tata cara sholat dhuha dan bacaannya

Sholat Dhuha (صلاة الضحى) adalah sholat sunah yang dilakukan seorang muslim ketika waktu dhuha. Waktu dhuha adalah waktu ketika matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya (kira-kira pukul tujuh pagi) hingga waktu zhuhur. Jumlah rakaat sholat dhuha minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat. Dan dilakukan dalam satuan 2 rakaat sekali salam.
tata cara sholat dhuha dan bacaannya
Tata cara melaksanakan sholat dhuha
Rosulullah bersabda :

عَنْ أُمِّ هَانِئٍ بِنْتِ أَبِى طَالِبٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَوْمَ الْفَتْحِ صَلَّى سُبْحَةَ الضُّحَى ثَمَانِىَ رَكَعَاتٍ يُسَلِّمُ مِنْ كُلِّ رَكْعَتَيْنِ

Dari Ummu Hani’ binti Abi Thalib , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengerjakan sholat dhuha sebanyak delapan rakaat. Pada setiap dua rakaat, beliau mengucap salam (HR. Abu Dawud; shahih)

adapun Tata cara melaksanakan sholat dhuha adalah:
1. Melafadzkan niat didalam hati
2. Takbiratul ihrom,
3. Membaca doa Iftitah
4. Membaca surah Al-Fatihah
5. Membaca salah satu Surat dalam Al-Quran.
Adapun surah yang baca pada sholat dhuha dianjurkan untuk membaca surah As-Syam dan Adh Dhuha, sesuai dengan hadits

صلوا ركعتى الضحى بسورتيهما والشمس وضحاها والضحى

“Shalatlah dua rakaat dhuha dengan membaca dua surat dhuha, yaitu surat Was syamsi wadhuhaa haa dan surat Adh dhuha.” (HR. Ad Dailami dari Uqbah bin Amr, dicantumkan dalam Jami’ul Ahadits)

6. Ruku’ (bacaan ruku' seperti bacaan ruku' biasa sebanyak 3x)
7. I’tidal
8. Sujud pertama (bacaan sujud seperti bacaan sujud biasa sebanyak 3x)
9. Duduk diantara dua sujud
10. Sujud kedua (bacaan sujud seperti bacaan sujud biasa sebanyak 3x)
11. Setelah rakaat pertama selesai, lakukan rakaat kedua sebagaimana cara diatas, kemudian Tasyahhud akhir setelah selesai maka membaca salam dua kali.

Kapan Shalat Dhuha dapat dikerjakan:

Sholat dhuha dapat dikerjakan pada :
Waktu dhuha adalah waktu ketika matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya (kira-kira pukul tujuh pagi) hingga waktu zuhur. Akan tetapi ada pendapat lain juga yang menyebutkan waktu sholat duha yang baik adalah mulai pukul 09.00 - 11.00.

Rasulullah bersabda:

أَنَّ زَيْدَ بْنَ أَرْقَمَ رَأَى قَوْمًا يُصَلُّونَ مِنَ الضُّحَى فَقَالَ أَمَا لَقَدْ عَلِمُوا أَنَّ الصَّلاَةَ فِى غَيْرِ هَذِهِ السَّاعَةِ أَفْضَلُ. إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ صَلاَةُ الأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ

Bahwasanya Zaid bin Arqam melihat orang-orang mengerjakan shalat Dhuha (di awal pagi). Dia berkata, “Tidakkah mereka mengetahui bahwa shalat di selain waktu ini lebih utama. Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Shalat orang-orang awwabin (taat; kembali pada Allah) adalah ketika anak unta mulai kepanasan’” (HR. Muslim)


أَنَّ زَيْدَ بْنَ أَرْقَمَ رَأَى قَوْماً يُصَلُّونَ فِى مَسْجِدِ قُبَاءٍ مِنَ الضُّحَى فَقَالَ أَمَا لَقَدْ عَلِمُوا أَنَّ الصَّلاَةَ فِى غَيْرِ هَذِه السَّاعَةِ أَفْضَلُ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ إِنَّ صَلاَةَ الأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ

Zaid bin Arqam melihat orang-orang melaksanakan shalat Dhuha di masjid Quba. Ia lantas mengatakan, “Tidakkah mereka mengetahui bahwa shalat di selain waktu ini lebih utama. Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Shalat orang-orang awwabin adalah ketika anak unta mulai kepanasan’” (HR. Ahmad dan Baihaqi)


Waktu yang dilarang untuk melaksanakan sholat Dhuha
Sebuah hadits menjelaskan:
Dari Uqbah bin Amir radhiallahu anhu dia berkata:


ثَلاَثُ سَاعَاتٍ كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَنْهَانَا أَنْ نُصَلِّيَ فِيْهِنَّ أَوْ أَنْ نَقْبُرَ فِيْهِنَّ مَوْتَانَا: حِيْنَ تَطْلُعُ الشَّمْسُ بَازِغَةً حَتَّى تَرْتَفِعَ، وَحِيْنَ يَقُوْمُ قَائِمُ الظَّهِيْرَةِ حَتَّى تَمِيْلَ الشَّمْسُ، وَحِيْنَ تَضَيَّف لِلْغُرُوْبِ حَتَّى تَغْرُبَ

“Ada tiga waktu di mana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kami untuk melaksanakan shalat di tiga waktu tersebut atau menguburkan jenazah kami: (1) ketika matahari terbit sampai tinggi, (2) ketika seseorang berdiri di tengah bayangannya sampai matahari tergelincir dan (3) ketika matahari miring hendak tenggelam sampai benar-benar tenggelam.” (HR. Muslim no. 1926)


Berikut ini bacaan lengkap shalat dhuha :

1. Niat
Lafadz Niat Sholat Dhuha

اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحَى رَكْعَتَيْنِ ِللهِ تَعَالَى

USHOLLI SUNNATADH DHUHAA ROK'ATAINI LILLAAHI TA'AALA
Artinya : Sengaja aku sholat sunat dhuha dua rakaat, karena Allah Ta'ala


2. Membaca Do'a Iftitah


اَللهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرً وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. أِنِّ وَجَّهْةُ وَجْهِيَ ِللذِيْ فَطَرَالسَّمَوَاتِ وَاْلآَرْضَ حَنِيِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمْحْيَايَ وَمَمَاتِيْ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. لاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

ALLAHU AKBARU KABIRA WALHAMDU LILLAHI KATHIRA WASUBHANALLAHHI BUKRATAU WAASILA. INNI WAJJAHTU WAJHIA LILLAZI FATARAS SAMA WATI WAL ARDHA HANIFAM MUSLIMAW WAMA ANA MINAL MUSYRIKIN. INNA SOLATI WANUSUKI WAMAHYAYA WAMMAMATI LILLAHI RABBIL’ALAMIN. LA SYARIKALAHU WABIZA LIKA UMIRTU WA ANA MINAL MUSLIMIN.

Artinya:
Allah Maha Besar sebesar-besarnya. Dan puji-pujian bagi Allah sebanyak-banyaknya. Dan maha suci Allah siang dan malam. Kuhadapkan mukaku, kepada yang menjadikan langit dan bumi, aku cenderung lagi berserah kepada Allah dan bukanlah aku dari golongan orang-orang yang menyekutukan Allah. Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku kuserahkan hanya pada Allah tuhan seru sekelian alam. Sekali-kali tidaklah aku menyekutukanNya . Dan dengan demikian aku ditugaskan, dan aku adalah dari golongan orang-orang Muslim (Islam).

3. Membaca Surah Al-Fatihah



بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

الرَّحْمـنِ الرَّحِيمِ

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنعَمتَ عَلَيهِمْ غَيرِ المَغضُوبِ عَلَيهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ

4. Membaca Surah (Adh-Dhuha)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
وَالضُّحَى
وَاللَّيْلِ إِذَا سَجَى
مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَى
وَلَلآخِرَةُ خَيْرٌ لَكَ مِنَ الأولَى
وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَى
أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَآوَى
وَوَجَدَكَ ضَالا فَهَدَى
وَوَجَدَكَ عَائِلا فَأَغْنَى
فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلا تَقْهَرْ
وَأَمَّا السَّائِلَ فَلا تَنْهَرْ
وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ

1. Demi waktu matahari sepenggalahan naik,
2. Dan demi malam apabila Telah sunyi (gelap),
3. Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu.
4. Dan Sesungguhnya hari Kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan).
5. Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu , lalu (hati) kamu menjadi puas.
6. Bukankah dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu dia melindungimu?
7. Dan dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung[1583], lalu dia memberikan petunjuk.
8. Dan dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu dia memberikan kecukupan.
9. Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.
10. Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya.
11. Dan terhadap nikmat Tuhanmu, Maka hendaklah kamu siarkan.




5. Ruku'
Bacaan ruku'

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ

SUBHAANA RABBIYAL ‘ADZIIMI WA BIHAMDIH. (Dibaca 3x)
Artinya :
Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung Dan Dengan Memuji-Nya.


6. I'tidal

Bacaan i'tidal

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

SAMI'ALLOOHU LIMAN HAMIDAH

Artinya :
Allah mendengar orang yang memuji-Nya

Setelah posisi berdiri tegal lurus, dilanjutkan dengan membaca :


رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءُ السَّموَاتِ وَمِلْءُ اْلاَرْضِ وَمِلْءُمَاشِئْتَ مِنْ شَيْئٍ بَعْدُ

RABBANAA LAKAL HAMDU MIL’US SAMAAWATI WA MIL'UL ARDHI WA MIL 'UMAASYI'TA MIN SYAI'IN BA'DU.

Artinya :
Wahai Tuhan Kami ! Hanya Untuk-Mu lah Segala Puji, Sepenuh Langit Dan Bumi Dan Sepenuh Barang Yang Kau Kehendaki Sesudahnya.


7. Sujud

Bacaan sujud:


8. Bangun dari sujud membaca :

Sujud ke dua, membaca seperti bacaan sujud pertama
Setelah sujud ke dua dilanjutkan dengan berdiri kembali dan membaca surah Al-Fatihah lagi, kemudian membaca surah As-Syam
Berikut bacaan surah As-Syam

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ
وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا
وَالْقَمَرِ إِذَا تَلَاهَا
وَالنَّهَارِ إِذَا جَلَّاهَا
وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَاهَا
وَالسَّمَاء وَمَا بَنَاهَا
وَالْأَرْضِ وَمَا طَحَاهَا
وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا
فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا
قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّاهَا
وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّاهَا
كَذَّبَتْ ثَمُودُ بِطَغْوَاهَا

Artinya :
1. Demi matahari dan cahayanya di pagi hari,
2. Dan bulan apabila mengiringinya,
3. Dan siang apabila menampakkannya,
4. Dan malam apabila menutupinya[1579],
5. Dan langit serta pembinaannya,
6. Dan bumi serta penghamparannya,
7. Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),
8. Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.
9. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,
10. Dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.
11. (kaum) Tsamud Telah mendustakan (rasulnya) Karena mereka melampaui batas,
12. Ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka,
13. Lalu Rasul Allah (Saleh) Berkata kepada mereka: ("Biarkanlah) unta betina Allah dan minumannya".
14. Lalu mereka mendustakannya dan menyembelih unta itu, Maka Tuhan mereka membinasakan mereka disebabkan dosa mereka, lalu Allah menyama-ratakan mereka (dengan tanah),
15. Dan Allah tidak takut terhadap akibat tindakan-Nya itu.



9. Tahyat dengan membaca :

اَلتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ اَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِاللهِ الصَّالِحِيْنَ، أَشْهَدُ اَنْ لآ إِلَهَ إِلاَّاللهُ وَاَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهُ، اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَرَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

ATTAHIYYAATUL MUBAAROKAATUSH SHOLAWAATUT TOYYIBAATULILLAAH ASSALAAMU'ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WAROHMATULLOOHI WABAROKAATUHU ASSALAAMU'ALAINAA WA 'ALAA 'IBAADIL-LAAHISH-SHOOLIHIINA. ASYHADU ANLAA ILAAHA IL-LALLOOH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR ROSUULULLAAH. ALLOOHUMMA SHOLLI 'ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA 'ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMADIN. KAMAA SHOL-LAITA 'ALAA SAYYIDINAA IBROOHIIMA WA 'ALAA AALI SAYYIDINAA IBROOHIIMA WABAARIK 'ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA 'ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMADIN KAMAA BAAROKTA 'ALAA SAYYIDINAA IBROOHIIMA WA 'ALAA AALI SAYYIDINAA IBROOHIIMA FIL 'AALAMIINA INNAKA HAMIIDUN MAJIIDUN

Artinya :
Segala penghormatan yang berkat solat yang baik adalah untuk Allah. Sejahtera atas engkau wahai Nabi dan rahmat Allah serta keberkatannya. Sejahtera ke atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang soleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad itu adalah pesuruh Allah. Ya Tuhan kami, selawatkanlah ke atas Nabi Muhammad dan ke atas keluarganya. Sebagaimana Engkau selawatkan ke atas Ibrahim dan atas keluarga Ibrahim. Berkatilah ke atas Muhammad dan atas keluarganya sebagaimana Engkau berkati ke atas Ibrahim dan atas keluarga Ibrahim di dalam alam ini. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung.

10. Lanjutkan dengan Salam

Do'a Sholat Dhuha

اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

ALLAHUMMA INNADH DHUHA-A DHUHA-UKA, WAL BAHAA-A BAHAA-UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWWATUKA, WAL QUDRATA QUDRATUKA, WAL ISHMATA ISHMATUKA. ALLAHUMA INKAANA RIZQI FIS SAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’ASARAN FAYASSIRHU, WAINKAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU, WA INKAANA BA’IDAN FA QARIBHU, BIHAQQIDUHAA-IKA WA BAHAAIKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA, AATINI MAA ATAITA ‘IBADIKASH SHALIHIN.

Artinya :
“Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh”.

Keyword : bacaan sholat dhuha lengkap, tata cara sholat dhuha, bacaan surat ad dhuha, bacaan surat asy syam, waktu sholat dhuha, bacaan sholat dhuha dan artinya, doá sesudah sholat dhuha
 

cara shalat bagi orang sakit

cara shalat bagi orang sakit

SHALAT BAGI ORANG YANG SAKIT
Orang yang sedang sakit wajib pida mengerjakan shalat, selama akal dan ingatannya masih sadar.
1. Kalau tidak dapat berdiri, boleh mengerjakan sambil duduk, seperti pada gambar nomor 1.




a. Cara mengerjakan ruku'nya ialah dengan duduk membungkuk sedikit, seperti pada gambar nomor 2.
b. Cara mengerjakan sujudnya, seperti cara mengerjakan sujud biasa.
2. Jika tidak dapat .duduk, boleh mengerjakannya dengan cara
dua belah kakinya diarahkan ke arah qiblat, kepalanya ditinggikan dengan alas bantal dan mukanya diarahkan ke qiblat.
a. Cara mengerjakan ruku'nya, cukup menggerakkan kepala ke muka.
b. Sujudnya menggerakkan kepala lebih ke muka dan lebih di tundukkan, seperti pada gambar nomor 3.


3. Jika duduk seperti biasa dan berbaring seperti pada gambar nomor 3 juga tidak dapat, maka boleh berbaring dengan seluruh anggota badan dihadapkan qiblat. Ruku' dan sujudnya cukup menggerakkan kepala, menurut kemampuannya. Seperti pada gambar nomor 4.


4. Jika tidak dapat mengerjakan dengan cara berbaring seperti tersebut diatas, maka cukup dengan isyarat, baik dengan kepala maupun dengan mata. Dan jika semuanya tidak mungkin, maka boleh dikerjakan dalam hati, selama akal dan jiwa masih ada.

SHALAT JUM'AT

SHALAT JUM'AT

Shalat Jum'at itu hukumnya fardlu 'ain bagi tiap-tiap muslim mukallaf, laki-laki, sehat dan bermukim."
SYARAT-SYARAT SAHNYA JUM'AT
Syarat-syarat sahnya melakukan shalat Jum'at ada tiga :
1. Tempat shalat Jum'at harus tertentu.
2. Jumlah orang yang berjama'ah sekurang-kurangnya 40 orang laki-laki.
(Jumlah yang hadir Jum'at : sejak dahulu hingga sekarang merupakan masalah yang sangat diperhatikan orang, walaupun di dalam Al-Qur'an tidak diterangkan bahwa sahnya Jum'at itu harus sekian orang yang hadir, namun andaikata jumlah 40 orang yang hadir dalam Jum'at dijadikan syarat sahnya Jum'at bagi masyarakat di Indonesia pada umumnya tidak mengalami kesulitan, karena hal itu pada umumnya telah terpenuhi.)
3. Dilakukan dalam waktu zhuhur.
4. Sebelum shalat Jum'at didahului oleh dua khuthbah.
Sungguhpun demikian risalah ini perlu kita kemukakan beberapa pendapat yang mungkin dapat dijadikan pegangan bagi daerah- daerah tertentu yang- pengunjung Jum'ahnya mungkin kurang dari 40 orang.
1. Imam Abu Hanifali (Imam Hanafi) menyatakan cukup empat orang termasuk imam. Pendapat ini dengan alasan satu hadis sebagai berikut :



Artinya :
"Jum'ah itu wajib bagi tiap-tiap desa yang ada padanya seorang imam, walaupun penduduknya hanya ada 4 orang". ( H.R. Thabrani)

2. Imam Aw-Za'i menyatakan jurn'ah itu cukup dengan 12 orang. Pendapat ini dengan alasan hadis sebagai berikut :



Artinya :

"Orang yang pertama kali datang ke Madinah dari kaum Muhajirin ialah Mush'ab bin 'Umair, dan dialah orang yang pertama mendirikan Jum'at disitu pada hari Jum'at, sebelum Nabi Muhammad SAW datang (dan waktu itu) mereka dua belas orang".( H R Thabrani)

3. Imam Syafi'i menyatakan Jum'ah itu harus 40 orang hadir, dengan alasan hadis sebagai berikut :



Telah berkata Abdurrahman bin Ka’ab : "Bapak saya ketika mendengar adzan hari Jum'at biasa mendo'akan bagi As'ad bin Zararah. Maka saya bertanya kepadanya: Apabila mendengar adzan mengapa ayah mendo'akan untuk As'ad bin Zararah ?
Menjawab ayahnya: Karena dialah orang yang pertama kali mengumpulkan kita untuk shalat Jum'at di desa Hazmin Nabit. Maka bertanya saya kepadanya : Berapakah waktu orang hadir ? Ia menjawab : "Empat puluh orang laki-laki".
( H.R. Abu Dawud )

Beberapa pendapat ini dapat ditela'ah kembali, pada Kitab Nailul Authar, jilid III di sekitar halaman 284. Semoga hal ini ada manfaatnya terutama bagi daerah pelosok yang ingin mensyi'arkan Islam dengan shalat Jum'at namun penduduknya kurang dari 40 orang.

HUKUM KHUTHBAH
1. Membaca "Alhamdulilah" dalam dua khuthbah itu.
2. Membaca shalawat atas Nabi Muhammad saw dalam dua khuthbah.
3. Berwasiat dengan "taqwa" kepada Allah dalam dua khuthbah.
4. Membaca ayat Al—Qur'an dalam salah satu khuthbah.
5. Memohonkan maghfirah (ampunan) bagi sekalian mukminin pada khuthbah yang kedua.

SYARAT-SYARAT KHUTHBAH
1. Isi rukun khuthbah dapat didengar oleh 40 orang ahli Jum'ah.
2. Berturut-turut antara khuthbah pertama dengan khuthbah ke dua.
3. Menutup auratnya.
4. Badan, pakaian dan tempatnya suci dari hadas dan najis,.

SUNAT-SUNAT JUM'AH
Bagi orang yang menghadiri shalat Jum'at disunatkan 6 perkara :
1. Mandi dan membersihkan tubuh.
2. Memakai pakaian putih.
3; Memotong kuku.
4. Memakai wangi-wangian.
5. Memperbanyak membaca ayat-ayat Al-Qur'an, do'a dan dzikir.
6. Tenang waktu khathib membaca khuthbah.

Keterangan :
Bagi orang yang terlambat datang ke mesjid, sedang khathib tengah berkhuthbah, hendaknya mempercepat shalat sunnahnya (tahiyyatal masjid) dua raka'at, kemudian duduk terus mende ngarkan khuthbah.

TENTANG SHALAT BERJAMAAH

TENTANG SHALAT BERJAMAAH

PENGERTIAN SHOLAT BERJAMAAH

Shalat jarna'ah ialah shalat bersama, sekurang-kurangnya terdiri dari dua orang, yaitu imam dan ma'mum.
Hukumnya sunat, dan cara mengerjakannya ialah imam berdiri didepan dan ma'mum dibelakangnya. Ma'mum harus mengkuti perbuatan imam dan tidak boleh mendahuluinya.
Shalat yang disunatkan berjama'ah ialah :
1. Shalat fardlu lima waktu.
2. Shalat dua hari raya.
3. Shalat tarawih dan witir dalam bulan Ramadlan.
4. Shalat minta hujan.
5. Shalat gerhana matahari dan bulan
6. Shalat janazah.

HADITS TENTANG SHOLAT BERJAMAAH

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu Ta’ala ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

صَلاَةُ الْجَمَاعَة أفْضَلُ مِنْ صَلاَةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

“Shalat berjamaah lebih afdhal daripada shalat sendirian sebanyak 27 kali lipat.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

صَلاةُ الرَّجُلِ في جَمَاعةٍ تُضَعَّفُ عَلَى صَلاتِهِ فِي بَيْتهِ وفي سُوقِهِ خَمْسًا وَعِشْرِينَ ضِعْفًا، وَذلِكَ أَنَّهُ إذَا تَوَضَّأ فَأحْسَنَ الوُضُوءَ، ثُمَّ خَرَجَ إلى المَسْجِدِ، لا يُخرِجُهُ إلاَّ الصَّلاةُ، لَمْ يَخْطُ خَطْوَةً إلاَّ رُفِعَتْ لَهُ بِهَا دَرَجَةٌ، وَحُطَّتْ عَنهُ بِهَا خَطِيئَةٌ، فَإذَا صَلَّى لَمْ تَزَلِ المَلائِكَةُ تُصَلِّي عَلَيْهِ مَا دَامَ في مُصَلاَّهُ، مَا لَمْ يُحْدِث، تقولُ: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيهِ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ، وَلاَ يَزَالُ في صَلاةٍ مَا انْتَظَرَ الصَّلاَةَ

“Sesungguhnya shalat seseorang secara berjamaah dilipatgandakan 25 kali lipat daripada dia shalat di rumahnya atau di pasarnya. Jika dia berwudhu, kemudian dia baguskan wudhunya, dan dia tidak ke masjid kecuali dia hendak shalat, maka dia tidak melangkahkan satu langkah kakinya kecuali diangkat derajatnya dan dihapuskan dosanya. Dan jika dia shalat maka para malaikat senantiasa mendoakannya selama dia masih tetap di tempat shalatnya dan tidak berhadas. Para malaikat berkata, “Ya Allah angkatlah derajatnya, rahmatilah dia,” dan dia senantiasa dalam kondisi shalat selama dia menunggu shalat berikutnya.” (H.R. Bukhari dan Muslim dan hadits ini lafadz Al-Bukhari)


SYARAT-SYARAT SHALAT JAMA'AH
1. Menyengaja (niat) mengikuti imam.
2. Mengetahui segala yang dikerjakan imam.
3. Jangan ada dinding yang menghalangi antara imam dan mamum, kecuali bagi perempuan di mesjid, hendaklah didindingi dengan kain, asal ada sebagian atau salah seorang yang mengetahui gerak gerik imam atau ma'mum yang dapat diikuti.
4. Jangan mendahului imam dalam takbir, dan jangan pula mendahului atau melambatkan diri dua rukun fi'Iy
5. Jangan terkemuka tempat dari imam.
6. Jarak antara imam dan ma'mum atau antara ma'mum dan baris ma'mum yang terakhir tidak lebih dari 300 hasta.
7. Shalat ma'mum harus bersesuaian dengan shalat imam, misalnya sama-sama zhuhur, qashar, jama' dan sebagainya.

SYARAT MENJADI IMAM.
1. Laki-laki ma'mum kepada laki-laki.
2. Perempuan ma'mum kepada laki-laki.
3. Perempuan ma'mum kepada perempuan.
4. Banci kepada laki-laki.
5. Perempuan ma'mum kepada banci.

YANG TIDAK BOLEH DIJADIKAN IMAM
1. Laki-laki ma'mum kepada banci.
2. Laki-laki ma'mum kepada perempuan.
3. Banci ma'mum kepada perempuan.
4. Banci ma'mum kepada banci.
5. Orang yang fashih (dapat membaca Al-Qur'an dengan baik) ma'mum kepada orang yang tidak tahu membaca (yang banyak salah bacaannya).


MA'MUM YANG TERLAMBAT DATANG (MASBUQ).
Jika seorang ma'mum mendapatkan imamnya sedang ruku' dan terus mengikutinya, maka sempurnalah raka'at itu baginya meskipun ia tidak sempat membaca fatihah.
Jika ia mengikuti imam sesudah ruku', maka ia harus mengulangi raka'at itu nanti, karena raka'at ini tidak sempurna dan tidak termasuk hitungan baginya.
Jika ma'mum yang mengikuti imam tasyahud akhir dari salah satu shalat, maka tasyahud yang dikerjakan oleh ma'mum itu tidak termasuk bilangan baginya dan ia harus menyempurnakan shalatnya sebagaimana biasa sesudah imam memberi salam.

bacaan sholat lengkap dan artinya, bacaan sholat lengkap dalam rumi

Assalamu alaikum warohmatullah, wabarakaatuh.
Posting kali ini saya beri judul bacaan sholat lengkap dan artinya, bacaan sholat lengkap dalam rumi. Sebenarnya posting ini merupakan pembenahan pada posting sebelumnya, karena posting yang sebelumnya terlalu banyak kesalahan, jadi daripada saya repot edit pada posting tersebut lebih baik saya ketik ulang.
Dan, Semoga pada posting kali ini tidak ada kesalahan dalam penulisan, jika ternyata masih ada kesalahan dalam penulisan, mohon dengan hormat lagi sangat agar saudara dapat memberitahu letak kesalahannya ada dimana, agar admin lebih mudah dalam membenahinya. kodeksi saudara dapat di ketik pada kolom komentar. Jangan khawatir, isi komentarnya gratis kok.

Cara-cara mengerjakan sholat
1. Berdiri tegak menghadap kiblat dan niat mengerjakan shalat.

bacaan sholat lengkap dalam rumi


Niat shalat menurut shalat yang sedang dikerjakan, misalnya shalat shubuh dan sebagainya.
(Lafadz niat sholat terdapat pada posting http://www.bacaansholatlengkap.com/2015/04/lafal-niat-sholat-lima-waktu.html).
2. Mengangkat kedua belah tangan serta membaca "ALLOHU AKBAR".



bacaan sholat lengkap dalam rumi


Setelah takbiratul ihram kedua belah tangannya disedakapkan pada dada. Kemudian membaca do'a iftitah.




BACAAN DO'A IFTITAH




ALLAHU AKBAR KABIIRAW WAL HAMDU LILLAHI KATSIIRAA WASUB-HAANALLAHI BUKRATAN WA-ASHIILAA.



INNII WAJJAAHTU WAJHIYA LILLADZII FATHARASSAMAAWAATI WAL-ARDII
HANIIFAN MUSLIM AW WAMAA ANAA MlNAL MUSYRIKIINA





INNA SHALAATII WANUSUKII WAMAHYAAYA WAMAMAATI LILLAAHI RABBIL 'AALAMIINA. LAA SYARIIKA LAHU WABIDZAALIKA UMIRTU WA ANAA MINAL MUSLIMIN.



Artinya :
"Allah Maha Besar lagi sempurna Kebesaran-Nya, segala puji bagi-Nya dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan sore. Kuhadapkan muka hatiku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin. Sesungguhnya shalatku ibadatku, hidupku dan matiku semata hanya untuk Allah Seru sekalian alam.
Tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan aku diperintahkan untuk tidak menyekutukan bagi-Nya. Dan aku dari golongan orang muslimin.


atau boleh juga membaca do'a iftitah dengan do'a sebagai berikut:



"ALLAHUMMA BAA-'ID BAINI WABAINA KHATHAA YAAYA KAMAA BAA-'ADTA BAINAL MASYRIQI WAL MAGHRIBI.
'ALLAHUMMA NAQQINII MIN KHATHAAYAAYA KAMAA YUNAQQATS TSAUBUL ABYADLU MINAD DANASI. ALLAHUMMAGHSILNII MIN KHATAAYAAYA BILMAA-I
WAST-SALJI WALBARADI"


Artinya :
"Ya Allah, jauhkanlah dari pada kesalahan dan dosa sejauh antara jarak timur dan barat.
Ya Allah bersihkanlah aku dari segala kesalahan dan dosa bagaikan bersihnya kain putih dari kotoran.
Ya Allah, sucikanlah kesalahanku dengan air, dan air salju yang sejuk".





3. SURAT FATIHAH
Setelah selesai membaca do'a iftitah, kemudian membaca surat Fatihah, yaitu sebagai berikut:





B1SMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM.
"ALHAMDU LILLAHI RABBIL 'AALAMIIN.
ARRAHMAANIRAHIIM..
MAALIKI YAUMIDDIIN.
IYYAAKA NA’BUDU WAIYYAAKA NASTAIIN'
IHDINASH SHIRAATHAL MUSTAQIIM.
SHIRAATHAL LADZIINA AN-'AMTA 'ALAIHIM.
GHAIRIL MAGHDLUUBI ALAIHIM WALADL DLAALLIIN"
AAMIIN .


Artinya :
"Dengan nama Allah yang maha pengasih dan penyayang.
Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam.
Yang pengasih dan penyayang.
Yang menguasai hari kemudian.
Pada-Mu lah aku mengabdi
dan kepada-Mu lah aku meminta pertolongan.
Tunjukilah kami ke jalan yang lurus.
Bagaikan jalannya orang-orang yang telah Engkau beri ni'mat.
Bukan jalan mereka yang pernah Engkau murkai, atau jalannya
orang-orang yang sesat".


4. BACAAN SURAT-SURAT YANG PENDEK DAN MUDAH DIHAFAL.
Selesai membaca fatihah dalam raka'at yang pertama dan kedua bagi orang yang shalat sendirian atau imam, disunatkan membaca surat atau ayat Al-Qur'an.
Surat-surat yang dibaca dalam shalat antara lain :
Surat An-Nas :




BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM.
QUL A'UUDZU BIRABBIN NAAS.
MALIKIN NAAS, ILAAHIN NAAS.
MIN SYARRIL WAS-WAASIL KHANNAAS.
ALLADZII YUWASWISU FII SHUDUURIN NAAS.
MINAL JINNATI WAN NAAS.


Artinya :
Dengan nama Allah pengasih dan penyayang.
"Katakanlah (hai Muhammad) ! Aku mohon perlindungan pada Tuhannya manusia. Yang menguasai manusia. (Yang, menjadi) Tuhan manusia.
Mohon perlindungan dari pada kejahatan was-was (pengganggu hati) yang menggoda.
Ialah yang menggoncangkan hati manusia.
Baik dari jenis jin maupun manusia"


ATAU SURAH AL-IKHLASH


BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM.
"QUL HUWALLAAHU AHAD.
ALLAAHUSH SHAMAD.
LAM YALID WALAM YUULAD.
WALAM YAQUL LAHUU QUFUWAN AHAD".


Artinya :
Dengan nama Allah pengasih dan penyayang.
"Katakanlah (hai Muhammad) ! Allah itu Esa.
Allah tempat meminta.
Tiada la beranak dan tiada pula Ia dilahirkan.
Dan tak ada bagi-Nya seorangpun yang menyerupai-Nya




5. R U K U ' :
Selesai membaca surat, lalu mengangkat kedua belah tangan setinggi telinga seraya membaca " ALLOHU AKBAR", terus badannya membungkuk, kedua tangannya memegang lutut dan ditekankan antara punggung dan kepala supaya rata.


Setelah cukup sempurna bacalah tasbih sebagai berikut :



"SUBHAANA RABBIYAL'A DZHIIMI WABIHAMDIHI " 3 kali

Artinya :
"Mahasuci Tuhan Maha Agung serta memujilah aku kepada-Nya".

6. I’TIDAL :



Selesai ruku', terus bangkitlah tegak dengan mengangkat kedua belah tangan setenlang telinga, seraya
membaca sebagai berikut:



"SAMIALLOOHU LIMAN HAMIDAH".

Artinya :
"Allah mendengar orang yang memuji-Nya".
Pada waktu berdiri tegak (i'tidal) terus membaca :




"RABBANAA LAKAL HAMDU MIL-USSAMAAWAATI WA MIL-UL ARDLI WAMIL U MAA SYI'TA MIN SYAITN BA'DU".

Artinya :
"Ya Allah Tuhan kami ! Bagi-Mu segala puji, sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh barang yang Kau kehendaki sesudah itu".

7. S U J U D:
Setelah i'tidal terus sujud (tersungkur kebumi) dengan meletakkan dahi kebumi, dan ketika turun seraya membaca "ALLOOHU AKBAR", dan setelah sujud membaca tasbih sebagai berikut:



"SUBHAANA ROBBIYAL A'LAA WABIHAMDIHI " 3 kali.
Artinya :
"Maha suci Tuhan, serta memujilah aku kepada-Nya



8. Duduk antar dua sujud serta membaca "ALLOOHU AKBAR" dan setelah duduk membaca :



RABBIGHFIRLI WARHAMNII WAJBURNII WARFA'NII WARZUQNII WAHDINII WA'AAFINII WA’FUANNII.

Artinya :
"Ya Allah, ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku dan cukupkanlah segala kekurangan dan angkatlah derajat kami dan berilah rizqi kepadaku, dan. berilah aku petunjuk dan berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku".

9. SUJUD KEDUA :
Sujud kedua ketiga dan keempat dikerjakan seperti pada waktu sujud yang pertama, baik caranya maupun bacaannya.





19. DUDUK TASYAHUD/TAHYAT AWAL :
Pada raka'at kedua, kalau shalat kita tiga raka'at atau empat raka'at, maka pada raka'at kedua ini kita duduk untuk membaca tasyahud/tahyat awal, dengan duduk kaki kanan tegak dan telapak kaki kiri diduduki.



BACAAN TASYAHUD/TAHYAT AWAL:



"ATTAHIYAATUL MUBAARAKAATUSH SHALAWAA-TUTH THAYYIBAATU LILLAAH.
ASSALAAMU ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WARAHMATULLAAHI WABARAKAATUH ASSALAAMUALAINAA WA'ALAA IBAADILLAAHISH SHAALIHIIN.
ASY-HADU AN LAA ILAAHA ILLALLAAH, WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASUULULLAAH.
ALLAAHUMMA SHALLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD".

Artinya :
Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah.
Salam, rahmat dan berkahNya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi (Muhammad).
Salam (keselamatan) semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang shaleh-shaleh.
Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah'.
Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Alloh
Ya Allah ! Limpahilah rahmat kepada Nabi Muhammad".


11. TASYAHUD AKHIR :
Bacaan tasyahud/tahyat akhir ialah seperti tahyat awal yang ditambah dengan shalawat atas warga Nabi Muhammad, dan lafadhnya sebagai berikut:



"WA ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD".
Artinya :
"Ya Allah ! Limpahilah rahmat atas keluarga Nabi Muhammad !!.
Cara duduk pada tahyat ialah :
1) Supaya pantat langsung ketanah, dan kaki kiri dimasukkan kebawah kaki kanan.
2) Jari-jari kaki kanan tetap menekan ke tanah, (seperti gambar No. 9)



Pada tahyat akhir disunatkan membaca shalawat Ibrahimiyah.



"KAMA SHOLLAITA 'ALAA SAYYIDINAA IBRAAHIIMA WA'ALAA AALI SAYYIDINAA IBRAAHIIM WABAARIK 'ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD WA-'ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD.
KAMAA BAARAKTA ALAA SAYYIDINAA IBRAAHIIMA WA 'ALAA AALI SAYYIDINAA IBRAAHIIM FIL'AALA MIINA INNAKA HAMIIDUM MAJIID'.


Artinya :
"Sebagaimana pernah Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya.
Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya.
Sebagaimana Engkau memberi berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya.
Di seluruh alam semesta Engkaulah yang terpuji, dan Maha Mulia".


12. SALAM :
Selesai tahyat akhir, kemudian salam dengan menengok kekanan dan kekiri dengan membaca :
"ASSALAAMU 'ALAIKUM WA RAHMATULLAAHI”

Artinya :
"Keselamatan dan rahmat Allah semoga tetap pada kamu sekalian".



Keterangan :
1. Waktu membaca salam yang pertama, muka kita menengok ke kanan, dan waktu membaca salam yang kedua muka kita menengok ke kiri.
(Seperti pada gambar No. 10).

2. Dengan salam ini maka berakhirlah shalat kita.

Versi Print, sedang dipersiapkan

Kekuatan Doa

Setelah Nabi Muhammad Sall-Allahu alaihi wa sallam melewati orang-orang yang menderita dari beberapa penderitaan. "Mengapa tidak mereka membuat doa (berdoa) kepada Allah untuk perlindungan," katanya. Dengan semua penderitaan dan bencana Muslim menghadapi di berbagai belahan dunia, pertanyaan dapat diarahkan untuk kita semua hari ini.

Ini tidak berarti bahwa kita telah melupakan doa-benar; kita lihat secara teratur. Tapi, ide-ide dan praktek tentang doa telah menjadi terdistorsi. Seringkali berkurang ke tingkat ritual. Umumnya dianggap ketika semua upaya kami telah gagal --- tindakan terakhir. Hal ini diremehkan melalui tindakan dan kadang-kadang bahkan dengan kata-kata. Apakah mengherankan bahwa hari ini sebagian besar menyebutkan doa dimaksudkan untuk menunjukkan keputusasaan dari situasi.

Apa tragedi, untuk doa adalah senjata paling ampuh dari seorang mukmin. Hal ini dapat mengubah nasib, sementara tidak ada tindakan dari kita pernah bisa. Ini adalah inti dari ibadah atau ibadah. Dengan itu kita tidak pernah bisa gagal; tanpa itu kita tidak pernah bisa berhasil. Dalam skema yang tepat dari hal-hal, doa harus menjadi yang pertama dan terakhir dari orang percaya, dengan semua rencana dan tindakan datang di antara.

Doa adalah percakapan dengan Allah, keluar Pencipta, Tuhan dan Tuan, All Mengetahui, yang Maha Kuasa. Tindakan ini sendiri adalah signifikansi luar biasa. Ini adalah yang paling menggembirakan, membebaskan, memberdayakan, dan mengubah percakapan seseorang dapat miliki. Kami kembali kepada-Nya karena kita tahu bahwa Dia sendiri dapat mengangkat penderitaan kami dan memecahkan masalah kita. Kami merasa lega setelah menggambarkan kesulitan untuk Pencipta kita. Kami merasa diberdayakan setelah dikomunikasikan dengan All Perkasa. Kami merasakan rahmat-Nya di sekitar kita setelah berbicara dengan Maha Penyayang. Kami mendapatkan komitmen baru untuk mengikuti jalan-Nya untuk itu adalah satu-satunya jalan untuk sukses. Kami merasa diberkati dengan masing-masing komitmen tersebut
Dalam setiap kesulitan aksi pertama kami adalah doa, seperti terakhir kami. Kami meminta kepada Allah untuk menunjukkan kepada kita cara untuk menangani kesulitan itu; kami mencari bantuan-Nya dalam mengikuti jalan Dia menunjukkan kepada kami; kita mencari bantuan Nya dalam membuat usaha kita sukses. Ketika kita jatuh sakit, kita tahu bahwa kita tidak dapat menemukan dokter yang tepat tanpa kehendak-Nya; bahwa dokter terbaik mungkin tidak dapat mendiagnosa kondisi tanpa perintah-Nya; bahwa rencana pengobatan yang terbaik tidak akan berhasil tanpa Izin-Nya. Kami membuat doa untuk semua ini. Kami membuat doa sebelum kita mencari bantuan medis, sementara kita menerima itu dan setelah itu telah disampaikan. Hal yang sama berlaku dari semua kesulitan lain kita mungkin mengalami.

Doa adalah inti dari ibadah. Seseorang yang terlibat dalam doa menegaskan keyakinannya pada Tauhid (monoteisme) dan menjauhi kepercayaan semua dewa-dewa palsu. Dengan setiap doa keyakinannya pada Allah tumbuh. Dia dan memohon kepada-Nya, menegaskan ketidakberdayaan sendiri. Seseorang serius dan sungguh-sungguh terlibat dalam doa mengerti persis hubungan antara dirinya dan Sang Pencipta dan menegaskan melalui tindakannya. Itulah esensi ibadah! Selain itu, orang tersebut tidak pernah bisa menjadi sombong atau bangga, hasil logis dari ibadat sejati.

Doa adalah percakapan dengan Allah ... Ini adalah yang paling menggembirakan, membebaskan, memberdayakan, dan mengubah percakapan seseorang yang pernah dapat memiliki.

Doa adalah senjata yang paling ampuh dalam semua perjuangan hidup serta dalam jihad di medan perang. Selama perang Badar, Nabi Muhammad Sall-Allahu alaihi wa sallam berdiri sepanjang malam dalam doa mencari bantuan Allah dalam pertempuran antara tentara yang tidak sama yang akan mengikuti hari berikutnya. Dalam pertempuran menentukan melawan tentara salib, Sultan Salahuddin Ayyubi sibuk siang dan malam. hari yang dibuatnya Jihad. malam itu dihabiskan membuat Doa, menangis, mencari bantuan Allah. Ini telah praktek semua mujahidin sejati.

Kita harus membuat sebuah titik untuk membuat doa untuk semua hal-hal besar dan kecil. Ini adalah awal dari kebijaksanaan untuk menyadari bahwa besar dan kecil adalah label yang sewenang-wenang yang benar-benar tidak relevan dalam konteks ini. Tidak ada yang terlalu besar untuk Siapa kami meminta dari; tidak ada yang terlalu kecil untuk orang yang meminta. Itulah sebabnya kami telah diajarkan untuk meminta kepada Allah ketika kita membutuhkan sesuatu yang kecil sebagai tali sepatu. Kita harus bertanya sebagai pengemis, sebagai orang miskin, untuk itu adalah apa yang kita pada kenyataannya dalam hubungan dengan Allah. Pada saat yang sama kita harus bertanya dengan harapan besar dan keyakinan bahwa kita diberikan doa-doa kita. Kita harus ingat Hadis: "Tidak ada yang lebih sayang kepada Allah dari hamba pembuatan doa kepada-Nya." Di sisi lain, doa kurang konsentrasi dan keyakinan ada doa sama sekali.

Kita harus membuat doa setiap saat, tidak hanya selama masa kesusahan. Nabi Muhammad Sall-Allahu alaihi wa sallam bersabda: "Barang siapa menginginkan agar Allah menjawab doa di kondisi yang tidak menguntungkan dan sulit, dia harus membuat doa berlimpah di hari kemudahan dan kenyamanan." Juga dia mengatakan: "Orang yang tidak meminta dari Allah, Allah menjadi marah dengan dia."

Kita harus meminta semua kebutuhan kita: yang berkaitan dengan dunia ini maupun yang terkait dengan akhirat. Mereka yang hanya berkonsentrasi pada mantan adalah, pada dasarnya, mengumumkan bahwa mereka tidak peduli untuk hidup mereka di tempat tinggal permanen. Mereka harus menyalahkan tubuh tidak tapi diri untuk total kehancuran di dunia bahwa Al Qur'an meyakinkan kita menanti mereka. Mereka yang hanya berkonsentrasi pada kemudian juga menunjukkan kurangnya keseimbangan, karena kita membutuhkan bantuan Allah untuk menjalani kehidupan yang baik di sini juga.

Kita harus membuat doa tidak hanya untuk diri kita sendiri tetapi juga untuk orang tua kita, saudara-saudara, pasangan dan anak-anak, kerabat dan teman-teman, guru dan dermawan lainnya, dan miskin dan berjuang Muslim di mana-mana. Kita harus berdoa bagi mereka untuk kebaikan di dunia ini maupun di akhirat. Nabi Sall-Allahu alaihi wa sallam bersabda: "The doa seorang muslim untuk saudaranya (dalam Islam) dalam ketidakhadirannya mudah diterima seorang malaikat yang ditunjuk untuk timnya Setiap kali ia membuat doa bermanfaat bagi saudaranya malaikat yang ditunjuk.. mengatakan, 'Aameen. Dan mungkin Anda juga diberkati dengan sama.' "[Sahih Muslim]

Di zaman kegelapan bahwa kita hidup di hari ini, sehari-hari membawa berita baru tentang kekejaman yang dilakukan terhadap saudara-saudara kita di Palestina, Kashmir, India, Afghanistan, Irak, Chechnya, dan berjalan pada daftar. Dan apa yang kita lakukan? Kita bisa terus hanya merasa frustrasi dan tertekan. Kita bisa mengajukan petisi pelaku bertekad atau fiksi "Komunitas Internasional". Kami hanya bisa melupakan semua ini dan beralih ke beberapa subjek lain. Atau kita bisa berdiri di hadapan Allah dan berdoa untuk pertolongan-Nya, yang sendiri dapat membantu. doa dapat mengubah kehidupan kita, pandangan kita, dan nasib kita. Ini adalah senjata paling ampuh. Tetapi bekerja hanya untuk mereka yang mencoba tulus dan serius untuk menggunakannya.

islamawareness.net

Pengertian Tajwid

Pengertian Tajwid
Tajwīd (تجويد) secara harfiah bermakna melakukan sesuatu dengan elok dan indah atau bagus dan membaguskan,tajwid berasal dari kata Jawwada (جوّد-يجوّد-تجويدا) dalam bahasa Arab. Dalam ilmu Qiraah, tajwid berarti mengeluarkan huruf dari tempatnya dengan memberikan sifat-sifat yang dimilikinya. Jadi ilmu tajwid adalah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana cara membunyikan atau mengucapkan huruf-huruf yang terdapat dalam kitab suci al-Quran maupun bukan.

Masalah-masalah yang dikemukakan dalam ilmu ini adalah:
1. makharijul huruf (tempat keluar-masuk huruf),
2. shifatul huruf (cara pengucapan huruf),
3. ahkamul huruf (hubungan antar huruf),
4. ahkamul maddi wal qasr (panjang dan pendek ucapan),
5. ahkamul waqaf wal ibtida’ (memulai dan menghentikan bacaan) dan al-Khat al-Utsmani.

Pengertian lain dari ilmu tajwid adalah:
menyampaikan dengan sebaik-baiknya dan sempurna dari tiap-tiap bacaan ayat al-Quran. Para ulama menyatakan bahwa hukum bagi mempelajari tajwid itu adalah fardhu kifayah tetapi mengamalkan tajwid ketika membaca al-Quran adalah fardhu ain atau wajib kepada lelaki dan perempuan yang mukallaf atau dewasa.